Tampilkan postingan dengan label quality control. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label quality control. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juli 2023

Bagaimana Memastikan Tidak Ada kontaminasi dari alat Coal Digger di Tambang?


Oke guys, jadi di tambang jobku di bagian Coal Product Quality Control Quality Assurance & Laboratory. Yah dari namanya sudah kebayang ya apa tugas and tanggungjawabnya.

Yup, salah satu tanggungjawabnya untuk menjamin kualitas batubara yang akan dijual ke pelanggan kami. Ga gampang lho, di tambang kami target produksinya cukup tinggi, top 3 coal mining di Indonesia guys. Ditambah lagi proses coal supply chain yang panjang dari tambang, hauling, processing, barge loading dan shipping.

Sepanjang proses itu pasti ada resiko kontaminasi batubaranya guys. Dan kita ditarget ZERO COAL CONTAMINATION dan ZERO BUYER COMPLAIN. Gimana menurut kalian guys?

Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman salah satu program pencegahan kontaminasi di tambang. Namanya Inspeksi Part Coal Digger. Kenapa harus di inspeksi? Supaya memastikan part dari unit coal digger itu ga jadi kontaminan.


Gambar di atas ini aktivitas inspeksinya. Seluruh bagian unit digger di cek guys. Peserta inspeksinya ada dari perwakilan owner dan mitra kontraktor tambangnya. Unit digger yang diinspeksi ini milik perusahaan kontraktor tambang guys, kebetulan yg lagi di inspeksi ini typenya PC2000.

Nah ini ada temuan guys, ini foto track diggernya. Kira2 apa temuannya? Yup tracknya kotor, ada tanah yang menempel di sela2 track. Kalau di pegang tanahnya ini sudah keras, artinya sudah lama ga dibersihkan. Tanah ini bisa jadi kontaminan guys. Seharusnya sebelum masuk ke front loading batubara unit coal digger ini sudah harus bersih dari hal yg semacam ini.

Coba lihat ini guys, selain tanah ada batu kerikilnya juga. Karena sudah lama ga dibersihkan, tanahnya sudah keras banget  gabisa bersih kalo cuma di semprot air, harus di congkel manual pake linggis.

Part unit yg lain juga di cek guys jangan sampai ada part yang mau lepas, seperti baut yg longgar, bagian2 yang ga perlu dilepas aja supaya ga bikin masalah.

Foto bagian punggung bucket PC2000. Sementara tidak ada indikasi potensi part yang potensi jadi kontaminan. Mantap.



Demikian penjelasan mengenai bagaimana memastikan tidak ada kontaminasi dari alat coal digger di tambang. Semoga bermanfaat.

Cek update mengenai dunia pertambangan di channel YouTube Dhio Saleh
Yup sekian sharing tentang aktivitas inspeksi part unit coal digger, semoga bermanfaat yaa. 

Apa Penyebab Utama Batubara bisa Terbakar Sendiri ?

Halo Sobat Tambang, 

Di tambang bawah tanah, penyebab utama sponcom adalah batubara yang telah hancur yang bersentuhan dengan aliran udara yang lambat. Ventilasi yang baik akan menghilangkan panas, mencegah kenaikan suhu. 

Faktor Penyebab batubara terbakar


Di tambang permukaan, penyebab utama biasanya terkait dengan penimbunan batubara. Di tumpukan yang tidak terkompaksi, terekspose biasanya di bagian permukaan stockpile bagian kaki, oksigen bisa bersentuhan dengan batubara. 

Masalahnya bertambah ketika turun hujan yang menyebabkan erosi pada permukaan maupun tumpukan batubara. Ini menyebabkan lebih banyak batubara terekspose di atmosfer.

Serpih abu terutama pada batubara kadar tinggi akan spontan terbakar pada kondisi tertentu. Terutama jika mengandung kadar kerogen yang tinggi. Kerogen adalah campuran senyawa kimia organik dalam batuan sedimen). Serpih abu ini adalah sumber utama bahan bakar tambahan untuk induksi kebakaran.



Faktor internal penyebab batubara bisa terbakar adalah :

  • Komposisi batuabara (peringkat dan petrografi)
  • Kerapuhan batubara, ukuran partikel, dan luas permukaan
  • Kadar air
  • Adanya pirit besi

Faktor eksternal penyebab batubara bisa terbakar adalah :

  • Kondisi (iklim, kelembaban), tekanan barometrik dan konsentrasi oksigen
  • Pemadatan timbunan, terkait dengan ketinggian dan metode penimbunan
  • Keberedayaan kayu atau bahan limbah organik lainnya di area stockpile
  • Stabilitas dan pemeliharaan penggalian (untuk potongan batubara terbuka dinding highwall tambang permukaan)
  • Kondisi strata, metode kerja, dan ventilasi (untuk tambang batubara bawah tanah yang dangkal)
Demikian pembahasan mengenai penyebab utama batubara bisa terbakar sendiri. Semoga bermanfaat.

Apakah Batubara Bisa Terbakar dengan Sendirinya?

Halo Sobat Tambang!

Pasti ada yang penasaran, kira - kira apa bisa batubara terbakar dengan sendirinya.

Jawabannya Ya! Batubara bisa terbakar dengan sendirinya. Istilah yang biasa dipakai untuk ini adalah coal spontaneous combustion. Di lapangan sering disingkat sponcom.


Kenapa bisa terjadi sponcom pada batubara?

Batubara adalah senyawa organik yang mengandung unsur karbon, maka dari itu, ketika terjadi proses oksidasi dengan oksigen di atmosfer, batubara akan terbakar dengan sendirinya. Proses oksidasi yang terjadi pada batubara adalah reaksi eksotermik yang tidak dapat diubah. Proses pembakaran akan terjadi ketika suhu penyalaannya tercapai. Laju pembakaran akan meningkat seiring dengan peningkatan suhunya.

Di tempat penyimpanan batubara, kekurangan kapasitas pembuangan panas juga dapat menjadi faktor terjadinya sponcom. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan kapasitas pembangkitan panas, yang mentrigger laju oksidasi lebih tinggi karena suhu yang meninggi. Jika proses ini berlanjut maka dapat menghasilkan sponcom.


Segitiga Api


Proses menuju sponcom dapat diringkas sebagai berikut :

  • Oksidasi terjadi ketika oksigen bereaksi dengan bahan bakar, yaitu batubara
  • Proses oksidasi menghasilkan panas
  • Jika panas menghilang, suhu batubara tidak akan meningkat
  • Jika panas tidak hilang maka suhu batubara akan meningkat
  • Pada suhu yang lebih tinggi, reaksi oksidasi berlangsung dengan kecepatan yang lebih tinggi
  • Akhirnya penyalaan material terjadi saat suhu tercapai
Disipasi panas bergantung pada :

  • Konduktivitas termal batubara dan batuan sekitarnya
  • Proses konveksi yang disebabkan oleh angin
  • Perubahan barometrik di atmosfer
  • Kerapatan rekahan pada batubara (porositas), semakin porus maka potensi oksidasi semakin tinggi.
Demikian pembahasan mengenai proses spontaneous combustion pada batubara. Semoga bermanfaat.

Sumber :