Tanya Jawab dan Info Update Seputar Dunia Pertambangan Batubara Indonesia
Jumat, 21 Juli 2023
Bagaimana Memastikan Tidak Ada kontaminasi dari alat Coal Digger di Tambang?
Apa Penyebab Utama Batubara bisa Terbakar Sendiri ?
Halo Sobat Tambang,
Di tambang bawah tanah, penyebab utama sponcom adalah batubara yang telah hancur yang bersentuhan dengan aliran udara yang lambat. Ventilasi yang baik akan menghilangkan panas, mencegah kenaikan suhu.
Faktor Penyebab batubara terbakar
Di tambang permukaan, penyebab utama biasanya terkait dengan penimbunan batubara. Di tumpukan yang tidak terkompaksi, terekspose biasanya di bagian permukaan stockpile bagian kaki, oksigen bisa bersentuhan dengan batubara.
Masalahnya bertambah ketika turun hujan yang menyebabkan erosi pada permukaan maupun tumpukan batubara. Ini menyebabkan lebih banyak batubara terekspose di atmosfer.
Serpih abu terutama pada batubara kadar tinggi akan spontan terbakar pada kondisi tertentu. Terutama jika mengandung kadar kerogen yang tinggi. Kerogen adalah campuran senyawa kimia organik dalam batuan sedimen). Serpih abu ini adalah sumber utama bahan bakar tambahan untuk induksi kebakaran.
Faktor internal penyebab batubara bisa terbakar adalah :
- Komposisi batuabara (peringkat dan petrografi)
- Kerapuhan batubara, ukuran partikel, dan luas permukaan
- Kadar air
- Adanya pirit besi
Faktor eksternal penyebab batubara bisa terbakar adalah :
- Kondisi (iklim, kelembaban), tekanan barometrik dan konsentrasi oksigen
- Pemadatan timbunan, terkait dengan ketinggian dan metode penimbunan
- Keberedayaan kayu atau bahan limbah organik lainnya di area stockpile
- Stabilitas dan pemeliharaan penggalian (untuk potongan batubara terbuka dinding highwall tambang permukaan)
- Kondisi strata, metode kerja, dan ventilasi (untuk tambang batubara bawah tanah yang dangkal)
Apakah Batubara Bisa Terbakar dengan Sendirinya?
Halo Sobat Tambang!
Pasti ada yang penasaran, kira - kira apa bisa batubara terbakar dengan sendirinya.
Jawabannya Ya! Batubara bisa terbakar dengan sendirinya. Istilah yang biasa dipakai untuk ini adalah coal spontaneous combustion. Di lapangan sering disingkat sponcom.
Kenapa bisa terjadi sponcom pada batubara?
Batubara adalah senyawa organik yang mengandung unsur karbon, maka dari itu, ketika terjadi proses oksidasi dengan oksigen di atmosfer, batubara akan terbakar dengan sendirinya. Proses oksidasi yang terjadi pada batubara adalah reaksi eksotermik yang tidak dapat diubah. Proses pembakaran akan terjadi ketika suhu penyalaannya tercapai. Laju pembakaran akan meningkat seiring dengan peningkatan suhunya.
Di tempat penyimpanan batubara, kekurangan kapasitas pembuangan panas juga dapat menjadi faktor terjadinya sponcom. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan kapasitas pembangkitan panas, yang mentrigger laju oksidasi lebih tinggi karena suhu yang meninggi. Jika proses ini berlanjut maka dapat menghasilkan sponcom.
Proses menuju sponcom dapat diringkas sebagai berikut :
- Oksidasi terjadi ketika oksigen bereaksi dengan bahan bakar, yaitu batubara
- Proses oksidasi menghasilkan panas
- Jika panas menghilang, suhu batubara tidak akan meningkat
- Jika panas tidak hilang maka suhu batubara akan meningkat
- Pada suhu yang lebih tinggi, reaksi oksidasi berlangsung dengan kecepatan yang lebih tinggi
- Akhirnya penyalaan material terjadi saat suhu tercapai
- Konduktivitas termal batubara dan batuan sekitarnya
- Proses konveksi yang disebabkan oleh angin
- Perubahan barometrik di atmosfer
- Kerapatan rekahan pada batubara (porositas), semakin porus maka potensi oksidasi semakin tinggi.
