Tampilkan postingan dengan label pertambangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertambangan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juli 2023

Salam dari penulis


Assalamualaikum Wr. Wb. 
Dear Sobat Tambang,

Salam kenal, nama saya Dhio sebagai penulis blog ini. Saya adalah seorang mining engineer dengan background studi di Teknik Pertambangan ITB. Pasca studi, saya bekerja di perusahaan pertambangan batubara PT. Kaltim Prima Coal (2012 - 2016), PT. Adaro Indonesia (2016 - saat ini). Sambil bekerja saya menyelesaikan studi S2 di Magister Administrasi Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (MBA ULM).

Mohamad Nuhnaradita Saleh, S.T, MBA (Dhio)

Berkarya selama lebih dari 10 tahun di dunia industri pertambangan batubara, saya merasa banyak ilmu dan pengalaman yang dapat dibagikan melalui blog ini. Semoga Blog Catatan Anak Tambang ini dapat bermanfaat bagi semua insan pertambangan.
  
Terimakasih dan selamat membaca dan cek update mengenai dunia pertambangan di channel YouTube Dhio Saleh
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Bagaimana Memastikan Tidak Ada kontaminasi dari alat Coal Digger di Tambang?


Oke guys, jadi di tambang jobku di bagian Coal Product Quality Control Quality Assurance & Laboratory. Yah dari namanya sudah kebayang ya apa tugas and tanggungjawabnya.

Yup, salah satu tanggungjawabnya untuk menjamin kualitas batubara yang akan dijual ke pelanggan kami. Ga gampang lho, di tambang kami target produksinya cukup tinggi, top 3 coal mining di Indonesia guys. Ditambah lagi proses coal supply chain yang panjang dari tambang, hauling, processing, barge loading dan shipping.

Sepanjang proses itu pasti ada resiko kontaminasi batubaranya guys. Dan kita ditarget ZERO COAL CONTAMINATION dan ZERO BUYER COMPLAIN. Gimana menurut kalian guys?

Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman salah satu program pencegahan kontaminasi di tambang. Namanya Inspeksi Part Coal Digger. Kenapa harus di inspeksi? Supaya memastikan part dari unit coal digger itu ga jadi kontaminan.


Gambar di atas ini aktivitas inspeksinya. Seluruh bagian unit digger di cek guys. Peserta inspeksinya ada dari perwakilan owner dan mitra kontraktor tambangnya. Unit digger yang diinspeksi ini milik perusahaan kontraktor tambang guys, kebetulan yg lagi di inspeksi ini typenya PC2000.

Nah ini ada temuan guys, ini foto track diggernya. Kira2 apa temuannya? Yup tracknya kotor, ada tanah yang menempel di sela2 track. Kalau di pegang tanahnya ini sudah keras, artinya sudah lama ga dibersihkan. Tanah ini bisa jadi kontaminan guys. Seharusnya sebelum masuk ke front loading batubara unit coal digger ini sudah harus bersih dari hal yg semacam ini.

Coba lihat ini guys, selain tanah ada batu kerikilnya juga. Karena sudah lama ga dibersihkan, tanahnya sudah keras banget  gabisa bersih kalo cuma di semprot air, harus di congkel manual pake linggis.

Part unit yg lain juga di cek guys jangan sampai ada part yang mau lepas, seperti baut yg longgar, bagian2 yang ga perlu dilepas aja supaya ga bikin masalah.

Foto bagian punggung bucket PC2000. Sementara tidak ada indikasi potensi part yang potensi jadi kontaminan. Mantap.



Demikian penjelasan mengenai bagaimana memastikan tidak ada kontaminasi dari alat coal digger di tambang. Semoga bermanfaat.

Cek update mengenai dunia pertambangan di channel YouTube Dhio Saleh
Yup sekian sharing tentang aktivitas inspeksi part unit coal digger, semoga bermanfaat yaa. 

Bagaimana Kegiatan Usaha Pertambangan dijalankan ?


Tahapan Kegiatan Usaha Pertambangan
Kegiatan dalam usaha pertambangan meliputi tugas – tugas yang dilakukan untuk mencari, mengambil bahan galian dari dalam kulit bumi, kemudian mengolah sampai bisa bermanfaat bagi manusia. Secara garis besar tahapan – tahapan kegiatan dalam usaha pertambangan dijelaskan dalam gambar di bawah.

Setiap melakukan tahap – tahap kegiatan usaha pertambangan, pengusaha harus memiliki surat keputusan pemberian Kuasa Pertambangan (KP) atau Surat Izin Penambangan Daerah (SIPD) yang sesuai dengan tahap kegiatan yang dilakukan.

1.      Penyelidikan Umum (Prospecting)
Kegiatan ini merupakan langkah awal usaha pertambangan yang ditujukan untuk mencari endapan – endapan mineral komersil maupun batubara. Penyelidikan umum terbatas pada mineral yang spesifik (tipe mineral tertentu) atau pada area tertentu (negara atau wilayah) yang memiliki geologic anomaly (keganjilan geologi) yang mencerminkan adanya karakteristik dari sebuah endapan bahan galian.

Secara umum, prosedur penyelidikan umum mengikuti langkah – langkah berikut ini :
a.       Mencari laporan dan literatur teknik yang sudah dipublikasikan.
b.      Mempelajari peta geologi dan peta permukaan yang ada.
c.       Mempelajari foto udara dan foto satelit.
d.      Menyiapkan peta foto geologi dari informasi – informasi yang ada dan data foto udara tertentu
e.       Melakukan survei geofisik dari udara pada area yang diselidiki
f.       Membangun pusat operasi (base of operation), mengontrol pemetaan, dan mengatur pembagian daerah yang diselidiki.
g.       Melakukan survei awal mengenai geologi tanah, geofisik, dan/atau geokimia.
h.      Mengumpulkan dan menganalisis data yang didapat.

2.      Penyelidikan Umum (Prospecting)
Jika tujuan dari penyelidikan umum adalah untuk mencari lokasi – lokasi yang memiliki anomali karena adanya endapan bahan galian, maka tujuan dari eksplorasi adalah untuk mendefinisikan dan mengevaluasi endapan bahan galian tersebut.
Eksplorasi menentukan geometri, luas, dan nilai dari sebuah endapan menggunakan teknik yang sama dengan yang digunakan pada tahap penyelidikan umum tetapi lebih seksama/teliti. Kegiatan eksplorasi akan berlanjut pada proses pencarian melalui fase taktis dari penilaian detil dan evaluasi serta persiapan laporan studi kelayakan yang akan menentukan layak-tidaknya endapan tersebut untuk ditambang.
Secara umum, langkah – langkah kegiatan eksplorasi adalah sebagai berikut. Pertama, area menguntungkan yang diidentifikasi oleh kegiatan penyelidikan umum harus digambarkan melalui teknik – teknik eksplorasi. Kedua, sesudah dilokasikan, endapan tersebut diambil contoh batuannya untuk dianalisis. Ketigakan ole, data contoh yang sudah dianalisis digunakan untuk menaksir tonase dan kadar (luas dan nilai) sehingga nilai endapan dapat dihitung untuk memberikan rekomendasi mengenai kelayakan tambang.

Dalam hal evaluasi ekonomi dari endapan mineral, terminologi yang dikeluarkan U.S Bureau of Mines (USBM) dan U.S. Geological Survey (USGS) diadopsi untuk membedakan definisi antara sumberdaya (resource) dan cadangan (reserve). Sumberdaya adalah konsentrasi secara alami yang terjadi pada material yang memiliki potensi ekonomi untuk diekstrak. Cadangan adalah bagian dari sumberdaya yang secara ekonomi dapat diekstrak pada waktu sekarang. Begitu pula dengan istilah endapan mineral (mineral deposit) dan endapan bijih (ore deposit). Semua cadangan adalah sumberdaya dan semua endapan bijih adalah endapan mineral.

3.      Eksplorasi (Exploration)
Merupakan tahapan akhir dari rentetan penyelidikan awal yang dilakukan sebelumnya sebagai penentu apakah kegiatan penambangan endapan bahan galian tersebut layak dilakukan atau tidak. Dasar pertimbangan yang digunakan meliputi pertimbangan teknis dan ekonomis dengan memperhatikan keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan hidup.
Pada titik ini, perusahaan sudah mengluarkan perhitungan untuk menemukan dan mendefinisikan endapan. Laporan studi kelayakan harus mencakup hal – hal berikut ini :
a.       Pengantar, kesimpulan, definisi
b.      Umum: lokasi, iklim, topografi, histori, kepemilikan, status lahan, transportasi.
c.   Lingkungan : kondisi saat ini, standar, perlindungan lingkungan yang diperlukan,   reklamasi lahan, studi khusus, ijin.
d.      Faktor geologi : letak dan terbentuknya endapan, struktur, mineralogi dan petrografi.
e.  Cadangan mineral : prosedur eksplorasi, penemuan, kalkulasi tonase dan kadar endapan, geometri dan luas endapan.
f.      Perencanaan penambangan : development dan eksploitasi.
g.     Pengolahan : fasilitas on – site yang dibutuhkan
h.     Pabrik pengolahan untuk permukaan dan bawah tanah : lokasi dan rencana produksi.
i.    Fasilitas tambahan dan pendukung : listrik, penyediaan air, akses jalan, pembuangan limbah, perumahan.
j.       Pekerja : buruh dan pengawas.
k.      Pemasaran : survei ekonomi dari supply dan demand, harga, kontrak jangka panjang.
l.  Biaya : perkiraan biaya langsung untuk biaya pembangunan (development) dan eksploitasi, biaya pengolahan, transportasi, dan peleburan.
m.   Valuasi ekonomi : valuasi endapan, klasifikasi cadangan atau sumberdaya, perhitungan nilai keekonomian endapan saat ini.
n.  Estimasi keuntungan : penentuan batas keuntungan, berdasarkan kisaran cut – off grade, harga.
Identifikasi mineral dalam tahap eksplorasi
4.      Persiapan Penambangan
Kegiatan ini meliputi penyiapan infrastruktur dan lahan kerja penambangan yang antara lain meliputi pembuatan jalan, pembabatan semak/pohon, pengupasan tanah penutup, pembangunan kantor, gedung, bengkel, dll.

5.      Penambangan
Kegiatan penambangan yang dimaksud adalah kegiatan yang ditujukan untuk membebaskan dan mengambil bahan galian dari dalam kulit bumi, kemudian dibawa ke permukaan untuk dimanfaatkan.
Kegiatan Penambangan

6.      Pengolahan Bahan Galian
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kadar atau mempertinggi mutu bahan galian yang dihasilkan dari tambang sampai memenuhi persyaratan untuk dierdagangkan atau sebagai bahan baku industri lain.
Keuntungan lain dari kegiatan ini adalah mengurangi jumlah volume dan beratnya sehingga dapat mengurangi ongkos pengangkutan.
Proses kominusi dengan cone crusher
Proses kominusi dengan ball mill
7.      Pengangkutan
Segala usaha untuk memindahkan bahan galian hasil tambang atau pengolahan dan pemurnian dari daerah penambangan atau tempat pengolahan dan permurnian ke tempat pemasaran atau tempat pemanfaatan selanjutnya dari bahan galian tersebut.
Pengapalan Batubara
8.      Pemasaran
Kegiatan untuk memperdagangkan atau menjual hasil – hasil penambangan dan pengolahan bahan galian.

Demikian penjelasan mengenai Bagaimana kegiatan usaha pertambangan dijalankan. Semoga bermanfaat. 
Cek update mengenai dunia pertambangan di channel YouTube Dhio Saleh

Please give your comments

Struktur Organisasi Perusahaan Tambang Batubara

 Halo Sobat Tambang,


Agar operasi suatu perusahaan bisa berjalan efektif dan efisien, dibentuk sebuah struktur organisasi. Strukur organisasi dibutuhkan untuk mengatur peran dan tanggungjawab setiap orang. Kali ini kita akan membahas mengenai struktur organisasi pada perusahaan tambang batubara.

Pimpinan tertinggi suatu perusahaan adalah seorang Presiden Direktur (President Director). Presiden Direktur di perusahaan tambang batubara pada umumnya dibantu oleh Direktur Operasi, Direktur Keuangan, Direktur Pemasaran, dan Direktur Support.


Direktur Operasi (Operation Director) adalah pimpinan tertinggi di bidang operasional, ia memimpin beberapa Kepala Divisi seperti Divisi Pertambangan (Mining Division), Divisi Pengolahan Batubara (Coal Processing Division) dan Divisi HSE (Health, Safety, Environtment Division). 

Direktur Keuangan (Finance Director) memimpin beberapa Kepala Divisi di bidang keuangan, yaitu Divisi Keuangan (Finance Division), Divisi Accounting, dan Divisi Pajak.

Direktur Pemasaran (Marketing Director) memimpin beberapa Kepala Divisi di bidang pemasaran, yaitu Divisi Pemasaran Domestic, Divisi Pemasaran Expor, dan Divisi Teknikal Marketing.

Sedangkan Direktur Support (Supporting Director) memimpin Kepala Divisi HRGA, Divisi IT, Divisi Procurement, Divisi Bussiness Improvement.

Karena saya berpengalaman di bidang operasional, maka kita akan lebih banyak membahas struktur organisasi di bawah Direktur Operasi. 
 

Kepala Divisi Pertambangan (Mining General Manager) membawahi beberapa Kepala Department (Manager), yaitu Manager Mine Planning, Manager Geology, Manager Geotechnic & Hydrogeology, Manager Mining Operation, Manager Hauling Operation, dan Manager Quality Control & Laboratory.

Di level Department, tiap Kepala Departement (Manager) membawahi beberapa Kepala Seksi (Superintendent), contohnya Manager Mine Planning membawahi Superintendent Mine Plan Area Pit A dan Superintendent Mine Plan Area Pit B. Begitu juga untuk Kepala Department lainnya.

Di level Seksi, tiap Kepala Seksi membawahi beberapa Pengawas (Supervisor) jika pekerjaannya di operasional ataupun Senior Engineer jika pekerjaannya engineering. Masing - masing Supervisor dibantu oleh beberapa foreman, sedangkan senior engineer dibantu oleh bebeapa junior / fresh graduate engineer.

Untuk adik - adik mahasiswa yang baru saja lulus dan ingin bekerja di perusahaan tambang batubara (owner), pada umumnya akan masuk di level foreman atau junior engineer. Ada beberapa perusahaan ternama yang memiliki program seperti Graduate Development Programme (GDP), Management Trainee (MT), Mining Professional Programme, dengan lama program dua sampai tiga tahun, yang lulusannya diharapkan menjadi calon pemimpin masa depan (future leader).

Demikian pembahasan mengenai struktur organisasi perusahaan tambang batubara. Semoga bermanfaat.

Cek update mengenai dunia pertambangan di channel YouTube Dhio Saleh

Apakah Batubara Bisa Terbakar dengan Sendirinya?

Halo Sobat Tambang!

Pasti ada yang penasaran, kira - kira apa bisa batubara terbakar dengan sendirinya.

Jawabannya Ya! Batubara bisa terbakar dengan sendirinya. Istilah yang biasa dipakai untuk ini adalah coal spontaneous combustion. Di lapangan sering disingkat sponcom.


Kenapa bisa terjadi sponcom pada batubara?

Batubara adalah senyawa organik yang mengandung unsur karbon, maka dari itu, ketika terjadi proses oksidasi dengan oksigen di atmosfer, batubara akan terbakar dengan sendirinya. Proses oksidasi yang terjadi pada batubara adalah reaksi eksotermik yang tidak dapat diubah. Proses pembakaran akan terjadi ketika suhu penyalaannya tercapai. Laju pembakaran akan meningkat seiring dengan peningkatan suhunya.

Di tempat penyimpanan batubara, kekurangan kapasitas pembuangan panas juga dapat menjadi faktor terjadinya sponcom. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan kapasitas pembangkitan panas, yang mentrigger laju oksidasi lebih tinggi karena suhu yang meninggi. Jika proses ini berlanjut maka dapat menghasilkan sponcom.


Segitiga Api


Proses menuju sponcom dapat diringkas sebagai berikut :

  • Oksidasi terjadi ketika oksigen bereaksi dengan bahan bakar, yaitu batubara
  • Proses oksidasi menghasilkan panas
  • Jika panas menghilang, suhu batubara tidak akan meningkat
  • Jika panas tidak hilang maka suhu batubara akan meningkat
  • Pada suhu yang lebih tinggi, reaksi oksidasi berlangsung dengan kecepatan yang lebih tinggi
  • Akhirnya penyalaan material terjadi saat suhu tercapai
Disipasi panas bergantung pada :

  • Konduktivitas termal batubara dan batuan sekitarnya
  • Proses konveksi yang disebabkan oleh angin
  • Perubahan barometrik di atmosfer
  • Kerapatan rekahan pada batubara (porositas), semakin porus maka potensi oksidasi semakin tinggi.
Demikian pembahasan mengenai proses spontaneous combustion pada batubara. Semoga bermanfaat.

Sumber :

Jumat, 08 Januari 2021

Berapa Harga Batubara Acuan Januari 2021 ?

Halo Sobat Tambang,

Kabar gembira bagi produsen batubara tanah air karena Menteri ESDM melalui KEPMEN ESDM No 2 tahun 2021 menetapkan HBA bulan Januari 2021 di angka USD 75.84 per metrik ton (di 6322 kcal/kg). HBA ini naik sebesar 27.14% dari HBA Desember 2021 di angka USD 59.65 per metrik ton. Tren HBA dari bulan Januari 2020 hingga bulan Januari 2021 dapat dilihat pada grafik di bawah.


Senin, 04 Januari 2021

Dimana sajakah ada Endapan Batubara di Indonesia ?

Halo Sobat Tambang!

Batubara merupakan komoditas tambang yang tersebar luas di negara Indonesia. Namun tidak semua pulau di negara Indonesia ini dianugerahi cadangan batubara yang banyak. 2 pulau besar yang paling banyak memiliki cadangan batubara adalah pulau Kalimantan dan pulau Sumatera.
Maka dari itu lokasi tambang batubara paling banyak di kedua pulau tersebut.


Minggu, 26 Agustus 2012

Sumber Daya Mineral Apa saja yang ada di Indonesia ?




Peta Komoditas Tambang Indonesia


Indonesia merupakan negara kepulauan dengan berbagai macam sumberdaya alam (SDA). Salah satu SDA yang dimilikinya adalah sumberdaya mineral (SDM). SDM Indonesia tersebar luas dari barat hingga timur, dengan beraneka ragam komoditas mineral seperti ditunjukkan pada peta komoditas pertambangan dibawah ini.
Komoditas pertambangan dapat berupa batubara dan mineral. Mineral adalah bahan anorganik homogen yang terbentuk secara alami dan seragam dengan komposisi kimia yang tetap pada batas volumenya serta memiliki struktur kristal dan karakteristik yang tercermin dalam bentuk dan sifat fisiknya. Menurut badan geologi kementrian energi dan sumberdaya mineral Indonesia (ESDM), mineral yang terdapat di Indonesia dibagi menjadi 2 jenis, yaitu mineral logam dan mineral non – logam.
Mineral logam adalah mineral yang mengandung unsur logam atau agregatnya. Menurut keterdapatannya di Indonesia, mineral logam dibagi menjadi 4 jenis, yaitu :
1.      Logam Dasar (Base Metal)
Secara kimia, logam dasar  merupakan logam yang mudah teroksidasi, terkorosi, dan bereaksi dengan HCl membentuk hidrogen. Logam ini biasa disebut logam aktif. Contoh logam dasar yang terdapat di Indonesia adalah air raksa (Hg), seng (Zn), tembaga (Cu), timah (Sn), dan timbal (Pb).
Native Copper