Tampilkan postingan dengan label Batubara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batubara. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juli 2023

Berapa Harga Jual Batubara Untuk PLTU ?

Halo Sobat Tambang, 

Kita akan melanjutkan materi bahasan KEPMEN No 255 tahun 2020. Di page sebelumnya kita sudah mengetahui 9 diktum yang mengatur kewajiban Domestic Market Obligation 25% dari total produksi yang disetujui pemerintah serta harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik di atur sebesa USD 70 per metrik ton Free On Board (FOB) Vessel atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.


Dalam hal spesifikasi batubara berbeda dengan yang dimaksud maka dihitung menggunakan formula berikut :

Untuk HPB Marker 1-7,

HPB Marker     =  (USD 70 * K * A) - (B +U)       [USD/ton]

Keterangan,
HPB = Harga Patokan Batubara                                [USD/ton]
K      = Nilai Kalori Batubara/6.322                          [fraksi]
A      = (100 - Kandungan air batubara) / (100-8)     [fraksi]
B      = (Kandungan belerang batubara - 0.8) * 4      [USD/ton]
U      = (Kandungan abu batubara - 15) * 0.4            [USD/ton]


Untuk HPB Marker 8,

HPB Marker     =  (USD 70 * K * A) - (B +U)       [USD/ton]

Keterangan,
HPB = Harga Patokan Batubara                                        [USD/ton]
K      = Nilai Kalori Batubara/6.322                                  [fraksi]
A      = (100 - Kandungan air batubara) / (100-8/FKA)    [fraksi]
FKA ((100-8)/(100-Kandungan Air Batubara) * Kandungan Air Batubara+(100-8))/100 [fraksi]
B      = (Kandungan belerang batubara - 0.8) * 4              [USD/ton]
U      = (Kandungan abu batubara - 15) * 0.4                    [USD/ton]

Kualitas batubara HPB marker 1- 8 seperti di tabel berikut.



Untuk HPB Marker 9 - 66,

HPB Marker = {(HPB Marker (i) + (B (i) + U (i))) * (K(j) / K(i)) * [(100- Kandungan Air (j))/(100-Kandungan Air (i))] * [(100- 8)/(100 – 8)]} – (B (j) + U (j))

:

Keterangan :

HPB (j) = HPB batubara selain batubara Price Marker    [USD/ton] 

B (i)      = (Kandungan Belerang Batubara (i)-0.8) * 4     [USD/ton] 

U(i)       = (Kandungan Abu Batubara (i)-15) * 0.4           [USD/ton] 

B (j)      = (Kandungan Belerang Batubara (j)-0.8) * 4      [USD/ton] 

U (j)      = (Kandungan Abu Batubara (j)-15) * 0.4           [USD/ton] 

K (j) / K (i) = Nilai Kalor Batubara (j) / Nilai Kalor Batubara (i) [fraksi] 

(i)          = price marker 1-7 

(j)          = batubara lain 9-66 

HPB Marker (i) = HPB Marker pada Harga Batubara Acuan 70 USD/ton 


Kualitas batubara HPB marker 9 -66 seperti di tabel berikut.





Apabila HBA kurang Dari USD 70 Per Metrik Ton Free On Board (FOB) Vessel, maka harga HBA mengikuti ketentuan peraturan perundangundangan.

Penentuan HBA untuk penjualan batubara secara spot, adalah HBA pada saat transaksi sesuai dengan ketentuan Keputusan Menteri ini.

Penentuan HBA untuk penjualan batubara secara jangka tertentu (Term), dihitung berdasarkan formula 

HBA (Term) = (50% HBA pada bulan penandatanganan kontrak) + (30% HBA 1 bulan sebelum penandatanganan kontrak) + (20% HBA 2 bulan sebelum penandatanganan kontrak)

Dan dapat ditinjau paling cepat setiap 3 bulan. Contoh perhitungan seperti tabel berikut.


HBA yang digunakan sebagai acuan untuk penjualan batubara secara jangka tertentu (term) bulan ke-4 sampai dengan bulan ke-6 adalah USD 69,08 per metrik ton.


Demikian pembahasan penentuan Harga Jual Batubara Untuk Penyediaan Tenaga Listrik yang dikutip dari lampiran KEPMEN No 255 tahun 2020. Semoga bermanfaat.







Bagaimana Memastikan Tidak Ada kontaminasi dari alat Coal Digger di Tambang?


Oke guys, jadi di tambang jobku di bagian Coal Product Quality Control Quality Assurance & Laboratory. Yah dari namanya sudah kebayang ya apa tugas and tanggungjawabnya.

Yup, salah satu tanggungjawabnya untuk menjamin kualitas batubara yang akan dijual ke pelanggan kami. Ga gampang lho, di tambang kami target produksinya cukup tinggi, top 3 coal mining di Indonesia guys. Ditambah lagi proses coal supply chain yang panjang dari tambang, hauling, processing, barge loading dan shipping.

Sepanjang proses itu pasti ada resiko kontaminasi batubaranya guys. Dan kita ditarget ZERO COAL CONTAMINATION dan ZERO BUYER COMPLAIN. Gimana menurut kalian guys?

Kali ini aku mau sharing tentang pengalaman salah satu program pencegahan kontaminasi di tambang. Namanya Inspeksi Part Coal Digger. Kenapa harus di inspeksi? Supaya memastikan part dari unit coal digger itu ga jadi kontaminan.


Gambar di atas ini aktivitas inspeksinya. Seluruh bagian unit digger di cek guys. Peserta inspeksinya ada dari perwakilan owner dan mitra kontraktor tambangnya. Unit digger yang diinspeksi ini milik perusahaan kontraktor tambang guys, kebetulan yg lagi di inspeksi ini typenya PC2000.

Nah ini ada temuan guys, ini foto track diggernya. Kira2 apa temuannya? Yup tracknya kotor, ada tanah yang menempel di sela2 track. Kalau di pegang tanahnya ini sudah keras, artinya sudah lama ga dibersihkan. Tanah ini bisa jadi kontaminan guys. Seharusnya sebelum masuk ke front loading batubara unit coal digger ini sudah harus bersih dari hal yg semacam ini.

Coba lihat ini guys, selain tanah ada batu kerikilnya juga. Karena sudah lama ga dibersihkan, tanahnya sudah keras banget  gabisa bersih kalo cuma di semprot air, harus di congkel manual pake linggis.

Part unit yg lain juga di cek guys jangan sampai ada part yang mau lepas, seperti baut yg longgar, bagian2 yang ga perlu dilepas aja supaya ga bikin masalah.

Foto bagian punggung bucket PC2000. Sementara tidak ada indikasi potensi part yang potensi jadi kontaminan. Mantap.



Demikian penjelasan mengenai bagaimana memastikan tidak ada kontaminasi dari alat coal digger di tambang. Semoga bermanfaat.

Cek update mengenai dunia pertambangan di channel YouTube Dhio Saleh
Yup sekian sharing tentang aktivitas inspeksi part unit coal digger, semoga bermanfaat yaa. 

Apa Manfaat Batubara ?


Kilauan cahaya lampu mewarnai gelapnya malam di kota Jakarta. Terang maupun petang, kota metropolitan ini selalu ramai akan aktivitas manusia, seakan - akan roda kehidupan tidak pernah berhenti. Kehidupan manusia saat ini tidak luput dari kecanggihan teknologi seperti HP, laptop, TV, kulkas, dan lain sebagainya yang memerlukan energi listrik.
Energi listrik adalah energi yang dibutuhkan bagi peralatan listrik untuk menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan ataupun untuk menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain. Energi yang dihasilkan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti air, minyak, batu bara, angin, panas bumi, nuklir, matahari, dan lainnya. Berdasarkan data komposisi produksi energi tahun 2012 oleh PLN, batubara merupakan sumber energi yang paling banyak dibutuhkan (44% dari kebutuhan energi Indonesia).

Batubara adalah  batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon (C), hidrogen(H) dan oksigen(O2) Rumus empiris batubara adalah C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit.
Batubara
Sebagian besar konsumsi batubara dalam negeri digunakan sebagai bahan bakar PLTU (70%). Selain itu, batubara dimanfaatkan dalam berbagai macam industri, seperti :
      1. Industri semen
          2. Industri tekstil
3. Industri kertas
      4. Industri metalurgi



to Demikian penjelasan mengenai manfaat batubara. Semoga bermanfaat.

Cek update mengenai dunia pertambangan di channel YouTube Dhio Saleh





Struktur Organisasi Perusahaan Tambang Batubara

 Halo Sobat Tambang,


Agar operasi suatu perusahaan bisa berjalan efektif dan efisien, dibentuk sebuah struktur organisasi. Strukur organisasi dibutuhkan untuk mengatur peran dan tanggungjawab setiap orang. Kali ini kita akan membahas mengenai struktur organisasi pada perusahaan tambang batubara.

Pimpinan tertinggi suatu perusahaan adalah seorang Presiden Direktur (President Director). Presiden Direktur di perusahaan tambang batubara pada umumnya dibantu oleh Direktur Operasi, Direktur Keuangan, Direktur Pemasaran, dan Direktur Support.


Direktur Operasi (Operation Director) adalah pimpinan tertinggi di bidang operasional, ia memimpin beberapa Kepala Divisi seperti Divisi Pertambangan (Mining Division), Divisi Pengolahan Batubara (Coal Processing Division) dan Divisi HSE (Health, Safety, Environtment Division). 

Direktur Keuangan (Finance Director) memimpin beberapa Kepala Divisi di bidang keuangan, yaitu Divisi Keuangan (Finance Division), Divisi Accounting, dan Divisi Pajak.

Direktur Pemasaran (Marketing Director) memimpin beberapa Kepala Divisi di bidang pemasaran, yaitu Divisi Pemasaran Domestic, Divisi Pemasaran Expor, dan Divisi Teknikal Marketing.

Sedangkan Direktur Support (Supporting Director) memimpin Kepala Divisi HRGA, Divisi IT, Divisi Procurement, Divisi Bussiness Improvement.

Karena saya berpengalaman di bidang operasional, maka kita akan lebih banyak membahas struktur organisasi di bawah Direktur Operasi. 
 

Kepala Divisi Pertambangan (Mining General Manager) membawahi beberapa Kepala Department (Manager), yaitu Manager Mine Planning, Manager Geology, Manager Geotechnic & Hydrogeology, Manager Mining Operation, Manager Hauling Operation, dan Manager Quality Control & Laboratory.

Di level Department, tiap Kepala Departement (Manager) membawahi beberapa Kepala Seksi (Superintendent), contohnya Manager Mine Planning membawahi Superintendent Mine Plan Area Pit A dan Superintendent Mine Plan Area Pit B. Begitu juga untuk Kepala Department lainnya.

Di level Seksi, tiap Kepala Seksi membawahi beberapa Pengawas (Supervisor) jika pekerjaannya di operasional ataupun Senior Engineer jika pekerjaannya engineering. Masing - masing Supervisor dibantu oleh beberapa foreman, sedangkan senior engineer dibantu oleh bebeapa junior / fresh graduate engineer.

Untuk adik - adik mahasiswa yang baru saja lulus dan ingin bekerja di perusahaan tambang batubara (owner), pada umumnya akan masuk di level foreman atau junior engineer. Ada beberapa perusahaan ternama yang memiliki program seperti Graduate Development Programme (GDP), Management Trainee (MT), Mining Professional Programme, dengan lama program dua sampai tiga tahun, yang lulusannya diharapkan menjadi calon pemimpin masa depan (future leader).

Demikian pembahasan mengenai struktur organisasi perusahaan tambang batubara. Semoga bermanfaat.

Cek update mengenai dunia pertambangan di channel YouTube Dhio Saleh

Apa Penyebab Utama Batubara bisa Terbakar Sendiri ?

Halo Sobat Tambang, 

Di tambang bawah tanah, penyebab utama sponcom adalah batubara yang telah hancur yang bersentuhan dengan aliran udara yang lambat. Ventilasi yang baik akan menghilangkan panas, mencegah kenaikan suhu. 

Faktor Penyebab batubara terbakar


Di tambang permukaan, penyebab utama biasanya terkait dengan penimbunan batubara. Di tumpukan yang tidak terkompaksi, terekspose biasanya di bagian permukaan stockpile bagian kaki, oksigen bisa bersentuhan dengan batubara. 

Masalahnya bertambah ketika turun hujan yang menyebabkan erosi pada permukaan maupun tumpukan batubara. Ini menyebabkan lebih banyak batubara terekspose di atmosfer.

Serpih abu terutama pada batubara kadar tinggi akan spontan terbakar pada kondisi tertentu. Terutama jika mengandung kadar kerogen yang tinggi. Kerogen adalah campuran senyawa kimia organik dalam batuan sedimen). Serpih abu ini adalah sumber utama bahan bakar tambahan untuk induksi kebakaran.



Faktor internal penyebab batubara bisa terbakar adalah :

  • Komposisi batuabara (peringkat dan petrografi)
  • Kerapuhan batubara, ukuran partikel, dan luas permukaan
  • Kadar air
  • Adanya pirit besi

Faktor eksternal penyebab batubara bisa terbakar adalah :

  • Kondisi (iklim, kelembaban), tekanan barometrik dan konsentrasi oksigen
  • Pemadatan timbunan, terkait dengan ketinggian dan metode penimbunan
  • Keberedayaan kayu atau bahan limbah organik lainnya di area stockpile
  • Stabilitas dan pemeliharaan penggalian (untuk potongan batubara terbuka dinding highwall tambang permukaan)
  • Kondisi strata, metode kerja, dan ventilasi (untuk tambang batubara bawah tanah yang dangkal)
Demikian pembahasan mengenai penyebab utama batubara bisa terbakar sendiri. Semoga bermanfaat.

Apakah Batubara Bisa Terbakar dengan Sendirinya?

Halo Sobat Tambang!

Pasti ada yang penasaran, kira - kira apa bisa batubara terbakar dengan sendirinya.

Jawabannya Ya! Batubara bisa terbakar dengan sendirinya. Istilah yang biasa dipakai untuk ini adalah coal spontaneous combustion. Di lapangan sering disingkat sponcom.


Kenapa bisa terjadi sponcom pada batubara?

Batubara adalah senyawa organik yang mengandung unsur karbon, maka dari itu, ketika terjadi proses oksidasi dengan oksigen di atmosfer, batubara akan terbakar dengan sendirinya. Proses oksidasi yang terjadi pada batubara adalah reaksi eksotermik yang tidak dapat diubah. Proses pembakaran akan terjadi ketika suhu penyalaannya tercapai. Laju pembakaran akan meningkat seiring dengan peningkatan suhunya.

Di tempat penyimpanan batubara, kekurangan kapasitas pembuangan panas juga dapat menjadi faktor terjadinya sponcom. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan kapasitas pembangkitan panas, yang mentrigger laju oksidasi lebih tinggi karena suhu yang meninggi. Jika proses ini berlanjut maka dapat menghasilkan sponcom.


Segitiga Api


Proses menuju sponcom dapat diringkas sebagai berikut :

  • Oksidasi terjadi ketika oksigen bereaksi dengan bahan bakar, yaitu batubara
  • Proses oksidasi menghasilkan panas
  • Jika panas menghilang, suhu batubara tidak akan meningkat
  • Jika panas tidak hilang maka suhu batubara akan meningkat
  • Pada suhu yang lebih tinggi, reaksi oksidasi berlangsung dengan kecepatan yang lebih tinggi
  • Akhirnya penyalaan material terjadi saat suhu tercapai
Disipasi panas bergantung pada :

  • Konduktivitas termal batubara dan batuan sekitarnya
  • Proses konveksi yang disebabkan oleh angin
  • Perubahan barometrik di atmosfer
  • Kerapatan rekahan pada batubara (porositas), semakin porus maka potensi oksidasi semakin tinggi.
Demikian pembahasan mengenai proses spontaneous combustion pada batubara. Semoga bermanfaat.

Sumber :

Jumat, 08 Januari 2021

Berapa Harga Batubara Acuan Januari 2021 ?

Halo Sobat Tambang,

Kabar gembira bagi produsen batubara tanah air karena Menteri ESDM melalui KEPMEN ESDM No 2 tahun 2021 menetapkan HBA bulan Januari 2021 di angka USD 75.84 per metrik ton (di 6322 kcal/kg). HBA ini naik sebesar 27.14% dari HBA Desember 2021 di angka USD 59.65 per metrik ton. Tren HBA dari bulan Januari 2020 hingga bulan Januari 2021 dapat dilihat pada grafik di bawah.


Rabu, 06 Januari 2021

Bagaimana Kebijakan Pemerintah untuk Pemenuhan Kebutuhan Batubara Dalam Negeri 2021?

Halo Sobat Tambang, 

Kali ini kita akan membahas mengenai kebijakan pemerintah dalam memastikan pemenuhan kebutuhan batubara dalam negeri. Kebijakan ini dituangkan dalam KEPMEN ESDM No 255 tahun 2020 PEMENUHAN KEBUTUHAN BATUBARA DALAM NEGERI TAHUN 2021.


Sebelum terjun ke isi KEPMEN No 255 tahun 2020, kita juga perlu tahu bahwa KEPMEN ini merupakan implementasi dari PERMEN ESDM No 25 tahun 2018 tentang pengusahaan pertambangan mineral dan batubara harus menetapkan persentase minimal penjualan batubara untuk kepentingan dalam negeri pada tahun 2021.

Selain itu KEPMEN ini juga sebagai implementasi dalam memenuhi PERMEN ESDM No 7 tahun 2017 tentang tata cara penetapan harga patokan penjualan mineral dan batubara perlu menetapkan harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum.

Senin, 04 Januari 2021

Dimana sajakah ada Endapan Batubara di Indonesia ?

Halo Sobat Tambang!

Batubara merupakan komoditas tambang yang tersebar luas di negara Indonesia. Namun tidak semua pulau di negara Indonesia ini dianugerahi cadangan batubara yang banyak. 2 pulau besar yang paling banyak memiliki cadangan batubara adalah pulau Kalimantan dan pulau Sumatera.
Maka dari itu lokasi tambang batubara paling banyak di kedua pulau tersebut.


Selasa, 04 September 2012

Bagaimana Cara Menambang Batubara di Bawah Tanah ?

Halo Sobat Tambang,

Kali ini kita akan belajar mengenai cara menambang batubara.

Batubara ditambang dengan dua metode, yaitu tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Pemilihan metode penambangan sangat ditentukan oleh geologi endapan batubara. Pada tahun 2012, tambang bawah tanah menghasilkan 60% dari produksi batubara dunia, walaupun beberapa negara penghasil batubara yang besar lebih menggunakan tambang terbuka, seperti Inonesia dan Australia.


Ada dua metode tambang batubara bawah tanah , yaitu tambang room and pillar dan tambang longwall.

1. Tambang Room & Pillar

Metode tambang room and pillar diterapkan untuk endapan batubara mendatar. Endapan batubara ditambang dengan memotong jaringan ruang ke dalam lapisan dan membiarkan pillar dari batubara untuk menyangga atap tambang. Pilar – pilar tersebut terbentuk dari sekitar 40% batubara yang dapat ditambang pada tahapan tambang selanjutnya. Ukuran pillar diperhitungkan berdasarkan beban atap atau berat overburden di atas penggalian dan batuan di sekitar penggalian. Sebagai contoh, jika ditentukan rasio lebar pilar dengan lebar penggalian 3:1, maka jika lebar pilar 18 m berarti lebar penggalian maksimum 6 m. Penambangan dibagi menjadi panel – panel longwall dengan lebar 250 m dengan panjang sampai 1000 m. Berikut adalah gambaran penambangan room and pillar.
Rom and Pillar Mining

Senin, 03 September 2012

Bagaimana Batubara Bisa Terbentuk di Dalam Tanah ?


Pada materi sebelumnya kita telah mengenal definisi batubara dan beberapa manfaatnya. Dear Miners, tahukah anda bagaimana batubara terbentuk?

Pembentukan batubara dimulai sejak Carboniferous Period (Periode Pembentukan Karbon atau Batubara), dikenal sebagai zaman batubara pertama yang  berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu.

Penimbunan batu lanau (siltstone) dan batuan sedimen lainnya, bersama dengan pergeseran kerak bumi (dikenal sebagai pergeseran tetonik) mengubur rawa dan gambut yang tidak hancur (pada kondisi anaerobik) sampai kedalaman yang sangat dalam. Dengan penimbunan tersebut, material tumbuhan mengalami peristiwa termodinamika karena mendapatkan suhu dan tekanan yang tinggi. Suhu dan tekanan yang tinggi tersebut menyebabkan tumbuhan mengalami perubahan fisikawi dan kimiawi serta mengubah tumbuhan tersebut menjadi gambut dan kemudian batubara. Proses pembentukan batubara secara singkat dapat dilihat pada gambar berikut.
Proses pembentukan batubara